17 Agustus 2018

Wringin, Semarak HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 di Desa Wringin nampak berbeda tahun ini. Acara pengajian yang di kemas dengan Ngaji Kebangsaan membuka acara sebagai penyambutan HUT Kemerdekaan RI ke 73 yang jatuh pada hari ini Jumat, 17 Agustus 2018. Acara yang di adakan oleh Majlis Dzikir dan Sholawat Tanbihul Ghafilin Wringin Arak-arak Bondowoso mengangkat tema yang berbeda dengan acara yang biasanya rutin dilakukan setiap minggunya, sebagai mana forum pengajian yang lain acara rutin yang biasa dilakukan oleh TG (singkatan Tanbihul Ghafilin) adalah sholawat dan ngaji kitab. Pada momen kali ini nampaknya ada hal berbeda yang di tampilkan.

Pertama, tentang tema acara yaitu Ngaji Kebangsaan yang hanya di angkat pertama kali ini, dipilih untuk menyambut Hari Kemerdekaan dan baru diadakan pertama kali sejak Majlis ini lahir sekitar tahun 2005 silam. Kedua, hal yang membuat menarik adalah acara yang di adakan merupakan bentuk kerja sama TG dengan beberapa komunitas pemuda yang ada di Wringin dan sekitarnya. CB Borak, Ikatan Keluarga Mahasiswa Kecamatan Wringin, KKN Universitas Jember, Pemuda Ambulu, Pemuda Ampelan, MA Zainul Bahar, SMAI Rai’atul Husnan, MA Nurud Dhalam, dan SMKN Wringin. Semua lembaga dan komunitas pemuda yang disebutkan di atas adalah beberapa yang sepakat untuk ikut membantu dan mensukseskan acara yang dilakukan tadi malam, dan sebenarnya masih banyak kalangan lain yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, seperti beberapa pihak pemerintahan desa serta kecamatan.

Acara yang menghadirkan DANRAMIL Kecamatan Wringin sebagai Narasumber Utama, di bantu oleh beberapa pakar tentang politik dan kenegaraan serta narasumber dari tokoh agama menjadi tawaran utama kepada masyarakat agar bisa “nimbrung” dan berbincang tentang masalah kebangsaan RI dewasa ini.

Acara dengan Tema Ngaji Kebangsaan Pemuda Milenial ini dilakukan dengan maksud untuk menyambut HUT RI ke 73 juga sebagai wadah penguatan pemahamaan kebangsaan di kalangan pemuda. Kiayi Dr. Musholli Ready, MA atau yang sering di panggil Kiyai Hutan ketika di konfirmasi mengatakan “Acara Ngaji Kebangsaan Pemuda Milenial yang di lakukan TG bersama komunitas pemuda ini dilakukan tidak lain dengan maksud untuk menyambut HUT RI ke 73. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat menjadi wadah atau forum penguatan pemahamaan kebangsaan bagi kalangan muda yang hari ini nampak banyak mendapatkan tantangan dari paham anti kebangsaan yang pada akhirnya memunculkan benih radikalisme yang marak terjadi dewasa ini. Selain itu juga, maksud diadakan acara ini adalah bagaimana bisa mengembalikan pemahaman masyarakat terhadap hakikat perayaan HUT RI yang nampak hanya di pahami sebagai acara-acara ceremonial dan lomba saja, bukan kepada maksud yang sebenarnya yaitu merefresh kembali nilai-nilai kebangsaan untuk dapat terus memperjuangkan cita-cita para pahlawan yang telah mampu memerdekaan bangsa ini dulu”. Jelas Kiayi muda, khadim Tanbihul Ghafilin ini.

Acara yang hadiri oleh kurang lebih 200 an pemuda dan masyarakat nampak khidmat dengan rangkaian acara yang dibuka dengan pembacaan sholawat, dilanjut dengan menyanyikan Lagu Indonesia raya dan acara inti yaitu dialog kebangsaan dengan bapak Kapten Infentari Muhammad Safri, SH (DANRAMIL KECAMATAN WRINGIN) yang hadir sebagai narasumber utama dan semua nasumber sesuai dengan rencana awal. Dr Abu Khaer, M. Hum sebagai pakar kenegaraan dan pengamat politik, Kiayi Hutan sebagai pembanding dari sudut padangan agama.

Pesan inti yang di sampaikan oleh Bapak DANRAMIL adalah bahwa semua pemuda desa sebenarnya memiliki peluang dan tantangan yang sama dilihat dari tingkat pendidikannya. Mau dia lulusan SMP, SMA, ataupun Perguruan tinggi akan dihadapkan dengan permasalahan tantanga akan dampak negatif dari perkembangan zaman. Sehingga penguatan-penguatan akan pemahaman pancasila dan cara-cara menghindarkan diri dari hal negatif akan penyimpangan terhadap pemahaman kebangsaan yang benar perlu di berikan kepada semua pemuda dengan tidak memandang latar belakang pendidikan.

Melihat antusiasnya pemuda dan masyarakat yang hadir, mengisyarakatkan bahwa acara semacam ini harus bisa terus di jaga dan terus di perjuangkan. Karena hal ini menyangkut pentingnya pemahaman idiologi bangsa seperti yang di jelaskas Kiayi Hutan di atas.

Ketika di konfirmasi kepada ketua Majlis Tanbihul Ghafilin yaitu Mohammad Nur Hafidz, S. Pd. Beliau menyatakan “Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk membangun kembali semangat para pemuda desa yang hakikatnya adalah penerus perjuang bangsa di hari esok. Pemuda menjadi aset besar bangsa seperti apa yang dikatakan bung karno, beri aku 1000 orang tua, maka akan kucabut semeru serta akarnya. Tapi beri aku 10 pemuda, niscaya akan aku gongcang dunia. Sehingga harapannya pemuda harusnya memiliki mimpi setinggi-tingginya agar bisa menjadi pejuang bangsa yang amanah demi keutuhan dan keberlangsungan bangsa Indonesia ini.

“Pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan dan sejarah bangsa menjadi sangat penting di luar pengetahuan agama. Sehingga Tanbihul Ghafilin hadir untuk bisa memberikan semuanya agar mampu memberikan bekal kepada pemuda supaya bisa menjadi insan yang kuat agamanya dan kokoh pehaman tentang nilai-nilai kebangsaan”. Lanjut Pak Nur sapaan akrabnya.

Kegiatan yang dilakukan Kamis malam, 16 agustus 2018 bertempat di Halaman BMT NU Wringin ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Tak terkecuali dari pihak pemerintahan dan polsek setempat. Terbukti Kepala Kecamatan dan kepala Polsek Wringin yang nampak hadir dan mengikuti rangkaian acara dengan khidmat pada kesempatan tersebut.

Menurut salah satu pemuda yang mengikuti acara dan juga merupakan salah satu ketua dari perkumpulan mahasiswa se kecamatan wringin mengungkapkan “Adanya ngaji kebangsaan pemuda milenial ini sangat bangus khusunya kepada para pemuda untuk lebih bersemangat lagi dan lebih mencintai tanah air karena pada dasarnya banyak yang bilang pemuda itu dalam tanda kutip masih bau kencur (masih kurang pengalaman). Dengan adanya ngaji kebangsaan pemuda milenial ini diharapkan peran dari pemuda ialah sebagai sosok yang dinamis, yang optimis dan yang penuh energi yng dapat menjadi agen perubahan yang bergerak dan diharapkan untuk membawa ide-ide segar dan kreatif untuk bangsa indonesia” tandas pemuda yang sering di panggil Agok ini.

Dengan diadakannya kegiatan yang telah berlangsung tadi malam ini menyimpulkan bahwa di setiap momen kemerdekaan RI harus di artikan sebagaimana arti yang lebih mendalam yaitu bagaimana momen HUT RI ini bisa menjadi pendorong bagi semua elemen bangsa untuk serius dalam memperjuangan NKRI. Tentunya titik berat tugas tersebut berada pada pundak pemuda – pemuda hari ini agar harus mampu semangat belajar dan berkarya demi kemajuan bangsa Indonesia sesuai dengan cita-cita para pendahulu bangsa.

Editor : Muhammad Fauz

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas